Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pj Bupati Bekasi Pastikan BPBD dan Relawan Kebencanaan Siap Siaga

CIKARANG PUSAT – Menghadapi cuaca ekstrem yang diperkiran terjadi pada malam pergantian tahun sampai 1 Januari 2023, Pj. Bupati Bekasi memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama relawan penanggulangan bencana, selalu siap siaga dalam melakukan mitigasi bencana.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Ramah Tamah Kaleidoskop Penanggulangan Bencana Tahun 2022, yang digelar di Kantor BPBD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Jumat (30/12) malam.

“Memang ada early warning mengenai cuaca ekstrem dan sebetulnya pemerintah juga sudah melakukan upaya untuk mengurangi potensinya dengan Teknologi Rekayasa Cuaca (TRC). Mudah-mudahan upaya ini efektif,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya meminta agar seluruh jajarannya siap siaga terhadap bencana alam yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi seperti banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung.

“Alhamdulillah tampaknya cukup terkendali. Meski begitu, kewaspadaan jangan sampai turun. Khususnya kalau hujan sudah turun lebih dari satu jam, sebaiknya untuk kelompok rentan baik itu anak-anak, lansia, difabel, agar segera dievakuasi ke tempat yang aman,” imbuhnya.

Selain itu, Dani juga mengimbau kepada para Camat di Kabupaten Bekasi agar segera merespon peringatan dini jika terjadinya bencana.

“Saya instruksikan para Camat untuk piket walaupun memang tanggal 1 Januari libur, untuk bisa merespon peringatan dini kalau memang ada bencana. Tentunya kita sama-sama berharap tidak terjadi bencana, tetapi kewaspadaan tetap lebih utama,” Tandasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah preventatif untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Persiapan mitigasi bencana hidrometeorologi, lanjut Muchlis, dilakukan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Bekasi.

“Dalam status siaga ini, kita sudah membuat strategi dengan mengadakan piket selama 24 jam sebanyak 7 orang, dan jumlahnya akan disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Untuk peralatan seperti perahu, mobil rescue, tenda logistik semua sudah kita persiapkan,” terangnya.

Selain dari SDM, BPBD Kabupaten Bekasi sudah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) di 50 Desa/Kelurahan. Selain itu, para personel Destana dan Katana ini telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan terkait dengan penanggulangan bencana.

“Tak hanya itu, BPBD Kabupaten Bekasi juga telah membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten yang tentunya akan membantu BPBD Kabupaten Bekasi untuk mengurangi resiko bencana sedini mungkin,” katanya.

Pos terkait