Mampukah Kabupaten Bekasi Turunkan Stunting Diangka 14 Persen?

KABUPATEN BEKASI – Tingginya kasus stunting membuat pemerintah daerah Kabupaten Bekasi kejar target menurunkan angkanya. Sekda Kabupaten Bekasi Dedy Supriyadi menargetkan kasus stunting di wilayahnya turun diangka 14 persen.

“Kami, tentunya bersama rekan- rekan TPK (Tim Pendamping Keluarga) di Kabupaten Bekasi berkomitmen dan konsisten untuk berupaya semaksimal dan optimal mungkin untuk dilakukan penurunan stunting hingga 14 persen,” kata Sekda Dedy Supriyadi pada selasa (04/07/2023).

Bacaan Lainnya

Dia menyebutkan, angka stunting di Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 21,5 persen. Namun mengalami penurunan signifikan 3,7 persen di tahun 2022.

“Kami optimistis mudah-mudahan di akhir tahun 2023 kita bisa mencapai target sesuai dengan arahan Presiden, dimana tahun 2024 seluruh kabupaten kota harus mencapai 14 persen, guna untuk menciptakan generasi Indonesia emas,” ujarnya.

Sementara Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan pencegahan stunting ini juga akan bekerjasama dan berbagi tugas dengan semua pihak, terutama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB), Puskesmas dan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Pencegahan sendiri banyak di KUA karena semua yang akan nikah ke KUA. Nanti, disana akan menerima penyuluhan Pra Nikah. Dimana, pada penyuluhan pernikahan itu, kita meminta pada KUA bekerjasama dengan Puskesmas untuk mengecek apakah calon pengantin perempuannya anemia atau tidak. Karena salah satu penyebab stunting itu kalau ibu hamil mengalami anemia atau kurang darah,” terangnya.

Dani menuturkan, apabila calon pengantin perempuannya terdeteksi kurang darah, maka harus diperiksa ke Puskesmas untuk diberi pil penambah darah secara gratis.

“Sehingga ketika dia mengalami kehamilan dalam kondisi siap dan sehat,” ujarnya.

Disamping itu, lanjut Dani, pihak Puskesmas akan mengajarkan mengenai pola konsumsi atau pola makan, baik selama kehamilan maupun selama anak balita.

“Itu menjadi kunci dari pencegahan stunting,” tegasnya.

Adapun penanggulangan bagi anak yang sudah terkena sunting, kata dia, hal itu menjadi prioritas lainnya bagi Puskesmas dan BPPKB melalui Posyandu di bawahnya.

“Agar nanti diberi makanan tambahan, kemudian ASI eksklusif dan juga pemeriksaan kesehatan lainnya,” tandasnya. (**)

 

 

Pos terkait