MTs Negeri 4 Bogor Diduga Tahan Ijazah Siswa Karena Belum Lunasi Tunggakan Sekolah

KABUPATEN BOGOR – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bogor diduga melakukan penahanan ijazah siswanya lantaran adanya tunggakan biaya sekolah. Hal tersebut diungkapkan orang tua murid, Hata, yang mengaku ijazah anaknya sempat ditahan sejak lulus sekolah pada Juni 2023 oleh pihak sekolah karena belum melunasi biaya sekolah.

Meski sempat ditahan, Hata mengakui jika saat ini ijazah anaknya telah diberikan pihak sekolah pada Kamis (24/08/2023). Namun, Hata menduga masih banyak siswa lainnya yang ditahan pihak sekolah karena masalah yang sama : belum melunasi tunggakan biaya sekolah.

Bacaan Lainnya

“Ijazah anak saya sempat ditahan pihak sekolah kemarin cuma pas hari Kamis (24/8/2023) tiba-tiba pihak sekolah memberikan ijazah anak saya, tapi ijazah siswa yang lain kayaknya belum dikasih oleh pihak sekolah,” ujar Hata pada Rabu (23/08/2023).

Dia mengungkapkan, sebelumnya sudah berupaya meminta ijazah kelulusan anaknya, namun pihak sekolah menyarankan melakukan pelunasan tunggakan. Setelah itu, Ijazah baru dapat diambil oleh orang tua atau wali murid.

“Sebelumnya istri saya pernah menanyakan kepada pihak sekolah kenapa ijazah anak saya belum bisa berikan, pihak sekolah menyampaikan bahwa harus melunasi tunggakan LKS,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah MTSN 4 Cariu Enur Nurdin Saat dikonfirmasi pada Kamis (24/08/2023) belum memberikan tanggapan terkait informasi adanya dugaan penahanan ijazah oleh pihak sekolah.

Untuk diketahui bahwa Pada Pasal 7 ayat (8) dikatakan “Satuan Pendidikan dan Dinas Pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada pemilik ijazah yang sah dengan alasan apapun.

Sanksinya ada pada pasal 372 KUHP kitab Undang-undang Hukum Pidana, dikatakan “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya  atau sebagain adalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaan yang bukan karena kejahatan karena penggelapan diancam pidana paling lama 4 tahun penjara dan denda.

Reporter : Indriyani

Pos terkait