Penerima Rutilahu di Kabupaten Bogor “Ngeluh” Dikasih Genteng Bekas dan Bambu Peot, Ini Foto Penampakannya

KABUPATEN BOGOR – Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Kabupaten Bogor di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal dipertanyakan warga. Pasalnya, penerima Program Rutilahu menerima bahan material bangunan dengan jumlah tertentu tanpa mengetahui nilai harga dan speknya.

Seperti Jajang (50) Warga Kampung Nambo Bantar Jati RT 016/RW 02, Desa Bantarjati,  Kecamatan klapanuggal mengaku merasa kecewa dengan bantuan Rutilahu berupa material barang bangunan.

Bacaan Lainnya

Jajang merincikan bahan material yang didapatnya yaitu satu kubik pasir, besi jadi 10, hebel 4 kubik, semen 10 sak, semen mortal 4 sak, genteng bekas 1000 biji, bambu peot 100 batang, Pian 24, kusen pintu panel, jendela.

“Kami hanya menerima material saja, anehnya tidak dikasih bon pembelian material tersebut,” ujar Jajang saat dikonfirmasi pada Minggu (27/08/23).

padahal,  Program Rutilahu dibandrol dengan nilai Rp 20 juta/warga.

Parahnya lagi, aku Jajang, tak ada satu pun perangkat desa setempat yang mengecek pembangunan Program Rutilahu itu. Hasilnya, kata Jajang, pembangunan Rutilahu sampai saat ini masih terbengkalai.

“Pihak desa tidak pernah mengecek, gimana  mau  melanjutkan renovasi dana pribadi juga jual motor hanya cukup bayar tukang. Boro-boro mau lanjutin dan membeli bahan material, makan sehari-hari saja bingung,” keluh Jajang.

Sementara itu, Kades Bantar Jati belum memberikan tanggapan terkait program Rutilahu di desanya. Sampai berita ini diturunkan, pesan Whatsapp yang dikirim untuk mengkonfirmasi belum terbalas.

Reporter : Indriyani

 

Pos terkait