Warga TPA Burangkeng Pertanyakan Kompensasi “Uang Bau” yang Selalu Telat?

KABUPATEN BEKASI–Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu mempertanyakan dana kompensasi atau “uang bau” Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Pasalnya, sampai saat ini belum sepeserpun warga sekitar TPA itu menerima uang bau dari pemerintah daerah Kabupaten Bekasi.

“Ya sudah hampir tujuh bulan kami belum menerima kompensasi uang tersebut,” ujar Ketua RW 01 Desa Burangkeng, Akum Akbar pada Selasa (08/08/2003).

Bacaan Lainnya

Akum mengaku heran mengenai belum dibayarnya uang bau warga sekitar TPA Burangkeng. Bahkan, katanya, setiap tahun uang kompensasi itu selalu terlambat disalurkan ke warga sekitar.

“Ya heran aja kenapa dari tahun ke tahun dana kompensasi bau selalu terlambat turunnya, apakah  keterlambatan itu karena dana tersebut belum dicairkan Pemkab Bekasi ke Pemdes Burangkeng atau sudah dicairkan tapi belum juga diberikan oleh Pemdes Burangkeng?” tanyanya.

Dia juga kadang merasa risih banyak warga sekitar yang menanyakan langsung kepada dirinya. Padahal, Akum memang belum mendapatkan informasi pencairan uang tersebut dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Ya hampir setiap hari warga selalu menanyakan kepada saya baik langsung maupun via Whatsapp kok duit bulog (kompensasi bau red) belom turun-turun dan saya gak bisa jawab karena saya juga gak tau kenapa belom turun,” katanya.

Sementara itu, Warga Burangkeng Irham Firdaus berharap instansi atau pejabat terkait dapat memberikan jawaban terkait belum cairnya uang bau warga TPA Burangkeng.

“Atau kenapa uang bau ini selalu terlambat!” serunya.

Bahkan, Irham juga menegaskan jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang dengan menahan hak warga sekitar TPA Burangkeng. Apalagi, penyalahgunaan wewenang itu untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi bahwa penerima dana kompensasi bau TPA Burangkeng sebanyak 2000 KK di mana setiap KK menerima sebesar Rp. 100.000/bulan. (**)

Pos terkait