Aktivis Sosial Sorot Dugaan Kekerasan di Kampus Unpak Bogor

BOGOR – Dugaan kasus kekerasan atau persekusi dan pelecehan verbal di lingkungan kampus dialami salah satu mahasiswi baru di Universitas Pakuan (UNPAK) Kota Bogor, hingga berujung laporan ke polisi.

Korban berinisial As(18) mengatakan, peristiwa terjadi usai menjalankan praktek Orientasi Studi Perkenalan Kampus (Ospek) di kampusnya. Yang mana sebelumnya korban sempat protes terkait penerapan hukuman yang dirasa tak wajar.

Bacaan Lainnya

“Saat ospek saya sempat protes karena kakak tingkat (senior) memberikan hukuman yang tidak sesuai yang telah ditentukan, yaitu squat jump. Padahal ada salah satu kakak tingkat bilang bahwa saya tidak salah, tapi saya disuruh berdiri di barisan rekan-rekan yang sedang dihukum,” jelasnya.

As juga menegaskan, dirinya merasa tidak pernah ada permasalahan secara pribadi dengan para pelaku karena dirinya kenal dengan mereka itu di kampus saat menjalankan ospek.

“Sebelumnya saya tidak kenal dengan para dugaan pelaku. Kenal mereka pas saat masuk kampus saat menjalani Ospek, jadi jelas tidak pernah ada masalah pribadi dengan mereka, akan tetapi jika mereka menganggap ada masalah pribadi dengan saya, saya tidak tahu,” tegasnya.

Terkait hal ini, Asmak Ul Hosnah, salah satu Dekan di Universitas Pakuan saat dikonfirmasi wartawan media Indonews, Senin (18/9/2023) tidak menjawab.

Ditempat terpisah Ketua BEM, Fahri dan Ketua BLM FH Universitas Pakuan, Jadug Anggoro juga belum bersedia menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Ketua LSM Penjara DPC Bogor, Romi Sikumbang menyesalkan pernyataan ketua panitia PPKMB di salah satu media, yang seolah cuci tangan tentang masalah ini dengan menyatakan itu masalah pribadi dan kejadian bukan saat PPKMB.

“Sangat disesalkan, pernyataan itu bisa dilontarkan oleh Ketua Panitia PPKMB yang seolah cuci tangan dengan masalah ini dan bilang itu masalah pribadi,” sesalnya.

Sepatutnya, kata dia, Ketua Panitia PPKMB dan pihak kampus bertanggung jawab penuh atas keamanan dan kenyamanan mahasiswa mahasiswi yang sedang menimba ilmu di kampus tersebut.

“Ketua panitia sepatutnya bertanggung jawab penuh tentang kejadian ini dan pihak Universitas Pakuan harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada mahasiswa yang sedang menimba ilmu di situ karena apapun alasannya tidak boleh ada kekerasan dalam lingkungan pendidikan,” tegasnya, Selasa (19/9/2023).

Untuk diketahui, bahwa mahasiswi fakultas hukum inisial As (18) mengaku dikeroyok, ditampar hingga pipinya lebam. Bahkan dirinya mengaku juga mengalami pelecehan verbal yang mana kejadian tersebut terjadi saat hendak pulang usai Ospek, Jumat (15/9/2023) lalu.

Reporter : Indriyani

Pos terkait