Merasa Berat Bayar Iuran Sumbangan RW, Warga Perumahan Primaver di Desa Bojong Protes

KABUPATEN BOGOR – RW 11 Perumahan Primavera, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal diduga melakukan pungutan liar ke warganya. Pasalnya, warga protes dengan adanya pungutan yang mengatasnamakan sumbangan sebesar Rp 55 ribu sampai Rp 80 ribu per Kepala Keluarga (KK).

Warga Primivera berinsial AR mengatakan, jika sumbangan tersebut mengatasnamakan untuk kegiatan Agustusan, Ambulance, Keamanan, Sampah, Rukmat, KAS Operasional RT/RW plus gaji. Sumbangan iuran tersebut diminta perbulan.

Bacaan Lainnya

“Parahny lagi warga sama sekali tidak dijelaskan sumbangan atau iuran itu untuk apa,” kata AR. Dia mengakui jika uang sebesar itu cukup memberatkan ekonomi keluarganya dan sangat berarti untuk menyambung hidup sehari-hari ditengah-tengah naiknya harga bahan pokok masyarakat.

“Apalagi uang sebesar itu sangat berarti buat kami untuk menyambung hidup kami, apalagi sekarang itu serba susah pak,” tambahnya.

Hal yang serupa sama disampaikan warga berinsial DW. Dia mengakui diberi batas waktu  sampai akhir tahun untuk membayar sumbangan atau iruan tersebut. “Kami kan tinggal diperumahan subsidi, uang sebesar itu cukup memberatkan buat kami,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, warga meminta agar pihak desa melakukan tindakan terhadap permintaan sumbangan dan iuran yang memberatkan warga tersebut. Jika terbukti tidak ada aturan yang menguatakan, patut diduga sumbangan atau iuran itu dikatakan pungli alias pungutan liar.

” Karena diminta ya kami kasih, walaupun itu saya sangat terpaksa, karena uang segitu sangat berarti buat saya. Kami berharap kepada pemeritah desa dan pihak berwajib apakah kutipan itu termasuk di dalam perdes atau tidak ,jika terbukti itu tidak termasuk dalam perdes maka itu jelas pungli , penegak hukum dalam hal ini Kepolisian agar segera bertindak tegas sehingga kami warga masayarakt kecil tidak resah dan karna terlalu  besar kami,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 11/10 Desa Bojong, Maman, saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan sumbangan atau iuran tersebut untuk membeli ambulance pengangkut jenazah, khusus warga  duka dengan jaraknya dekat saja.

“Karena saya tidak tahu dan juga karena niat saya hanya untuk membantu warga maka saya berinisiatif untuk meminta biaya beli ambulance angkut jenazah,” katanya pada beberapa waktu lalu.

Maman menuturkan pungutan uang  warga yang digunakan  ambulance Rp 80 ribu, uang KAS Rp 55 ribu digunakan untuk  keamanan Rp 25000, sampah Rp 15 ribu, ada Rukmat Rp 5 ribu dan KAS RW/RT  Rp 5 ribu ( operasional). sayangnya ada sebagian warga yang secara sukarela memberikan sumbangan, adapula yang merasa terpaksa.

Reporter : Indriyani

Pos terkait